Tugas Terstruktur P7
RENCANA OPERASIONAL PENGENDALIAN MUTU
USAHA NALISSE CO
IDENTITAS MAHASISWA
Nama : Naila Rahma Amelia
Nim: 46124010020
·
Nama
Usaha : NALISSE CO
·
Jenis
Usaha : Industry
kreatif dan Stationery
·
Produk
Utama : Journaling Kit
·
Lokasi
Operasional : Home
Industry, Jakarta
· Target Pasar : Pelajar, mahasiswa, pekerja, serta masyarakat yang memiliki minat terhadap journaling, self-development, dan kesehatan mental.
· Deskripsi
Produk : NALISSE CO merupakan usaha kreatif yang memproduksi berbagai paket
Journaling Kit sebagai media untuk membantu konsumen membangun kebiasaan
menulis, melakukan refleksi diri, serta mengelola emosi secara positif. Produk
dikembangkan dengan konsep Aesthetic, praktis, dan fungsional sehingga dapat
digunakan untuk kebutuhan pribadi maupun sebagai hadiah.
Keunggulan
utama (Unique Selling Proposition) NALISSECO terletak pada kombinasi
perlengkapan journaling yang lengkap dalam satu paket, desain produk yang
menarik, kualitas bahan yang baik, serta tema yang disesuaikan dengan kebutuhan
konsumen. Setiap paket dikemas menggunakan box eksklusif sehingga memberikan
pengalaman unboxing yang menarik dan meningkatkan nilai jual produksi.
Tabel Spesifikasi Produk
|
Variasi Produk |
Karakteristik |
Isi
Produk |
Harga |
|
Starter
Journaling Kit |
Paket dasar untuk pemula yang ingin
memulai kebiasaan journaling |
Notebook, Sticker Pack, Affirmation
Card |
Rp60.000 |
|
Healing
Journaling Kit |
Membantu refleksi diri dan pengelolaan
emosi |
Notebook Premium, Sticker Pack,
Affirmation Card, Washi Tape |
Rp80.000 |
|
Full
Journaling Kit |
Paket lengkap untuk pengalaman
journaling yang lebih maksimal |
Notebook Premium, Sticker Pack,
Affirmation Card, Washi Tape, Sticky Notes, Pena Estetik |
Rp100.000 |
· Diagram
Alur Proses Produksi : Proses produksi NALISSE CO dilakukan secara sistematis
agar setiap produk memiliki kualitas yang seragam serta meminimalkan kesalahan
selama proses perakitan.
· Perencanaan
Kapasitas Produksi : Kapasitas produksi NALISSE CO disusun berdasarkan
kemampuan modal awal, ketersediaan bahan baku, serta target penjualan enam
bulan pertama.
1.
Kapasitas
Desain (Maksimal Produksi) : Dengan jumlah peralatan yang tersedia dan tenaga
kerja yang dimiliki, kapasitas maksimum produksi diperkirakan mencapai 250 unit
Journaling Kit perbulan atau sekitar 1.500 unit selama enam bulan.
2. Kapasitas
Target (Target Produksi Rill) : Untuk menjaga kualitas produk dan menghindari
penumpukan stok, kapasitas efektif ditetapkan sebesar 200 unit perbulan atau
1.200 unit selama enam bulan.
3. Realisasi
Produk: Berdasarkan perencanaan operasional, NALISSE CO menargetkan produksi
sebanyak 1.200 unit Journaling Kit selama periode Januari-Juni 2026, terdiri
atas Starter Journaling Kit, Healing Journaling Kit, dan Full Journaling Kit
sesuai peminataan pasar.
· Jadwal
Produksi Harian dan Mingguan : Untuk menjaga kualitas produk serta memastikan
setiap pesanan dapat diproses tepat waktu, NALISSE CO menerapkan sistem
produksi kombinasi antara ready stock dan made by order. Produk dengan tingkat
permintaan tinggi seperti Starter Journaling Kit dan Healing Journaling Kit
diproduksi secara berkala sebagai persediaan terbatas, sedangkan produk dengan
tema khusus atau edisi tertentu dibuat berdasarkan pesanan pelanggan (made by
order). Sistem ini bertujuan untuk menjaga kualitas produk, mengurangi risiko
penumpukan stok, serta meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku dan modal
kerja.
Operasional
usaha berlangsung selama enam hari kerja, yaitu Senin sampai Sabtu, sedangkan
hari Minggu digunakan sebagai waktu evaluasi, pencatatan stok, dan persiapan
produksi minggu berikutnya.
Tabel Simulasi Jadwal Aktivitas Produksi Mingguan
|
Hari |
Jam Operasional |
Fokus Aktivitas |
Target Produksi |
|
Senin |
09.00-17.00 |
Pembelian
bahan baku dan pengecekan stok |
Persiapan
produksi |
|
Selasa |
09.00-17.00 |
Produksi
Starter Journaling Kit |
40
unit |
|
Rabu |
09.00-17.00 |
Produksi
Healing Journaling Kit |
35
unit |
|
Kamis |
09.00-17.00 |
Produksi
Full Journaling Kit |
25
unit |
|
Jumat |
09.00-17.00 |
Quality
Control, Packing dan Labeling |
100
unit |
|
Sabtu |
09.00-17.00 |
Pengiriman
pesanan dan Restock Marketplace |
Sesuai
Pesanan |
|
Minggu |
- |
Evaluasi
Operasional dan Maintenance |
Libur |
·
Alokasi
Sumber Daya (Tenaga Kerja, Bahan Baku, dan Peralatan)
a)
Alokasi
Tenaga Kerja (SDM) : Operasional NALISSE CO dijalankan dengan struktur
organisasi yang sederhana namun efektif agar seluruh kegiatan produksi,
pemasaran, dan pelayanan pelanggan dapat berjalan secara optimal.
1.
Owner : Owner bertanggung jawab terhadap pengelolaan usaha secara keseluruhan,
mulai dari penyusunan strategi bisnis, pengelolaan keuangan, pemasaran digital,
hingga pengambilan keputusan terkait pengembangan produk dan reinvestasi laba.
2.
Staff Produksi : Staff produksi bertanggung jawab melakukan proses penyusunan
Journaling Kit sesuai standar yang telah ditetapkan, mulai dari menyiapkan
notebook, sticker pack, affirmation card, aksesoris journaling, hingga
melakukan pengemasan produk.
3. Admin Marketplace : Admin marketplace bertugas menerima pesanan pelanggan melalui media sosial dan marketplace, membalas pertanyaan pelanggan, melakukan pencatatan stok, serta mengatur proses pengiriman pesanan.
b)
Alokasi
Bahan Baku dan Bahan Penolong : Berdasarkan target produksi sebanyak 1.200 unit
selama enam bulan, kebutuhan rata-rata bahan baku disusun sebagai berikut.
1.
Bahan Baku Utama
-
Notebook Journaling : 1.200 buah
-
Sticker Pack : 1.200 pcs
-
Affirmation Card : 1.200 pcs
-
Aksesoris Journaling : 1.200 set
2.
Bahan Pengemasan
-
Hard Box Journaling Kit : 1.200 buah
-
Bubble Wrap : 1.200 lembar
-
Thank You Card : 1.200 lembar
-
Stiker Logo NALISSE CO : 1.200 buah
- Lakban dan Packing Tape : Sesuai kebutuhan
Seluruh bahan baku diperoleh dari pemasok yang telah dipilih berdasarkan kualitas produk, harga yang kompetitif, serta kemampuan menyediakan bahan secara berkelanjutan. Pemeriksaan kualitas bahan dilakukan setiap kali bahan baku diterima untuk memastikan seluruh komponen berada dalam kondisi baik sebelum digunakan pada proses produksi.
c)
Alokasi
Peralatan Produksi : Untuk mendukung kelancaran proses operasional, NALISSE CO
menggunakan beberapa peralatan utama, yaitu:
1.
1 unit Laptop untuk administrasi usaha dan desain produk.
2.
1 unit Printer untuk mencetak label dan kartu ucapan.
3.
1 unit Paper Cutter untuk memotong berbagai kebutuhan kertas.
4.
1 unit Laminating Machine untuk kebutuhan finishing produk tertentu.
5.
2 unit Rak Penyimpanan untuk menyimpan bahan baku dan produk jadi.
6.
2 Meja Kerja untuk proses penyusunan dan pengemasan produk.
7. 1 Timbangan Digital untuk memastikan kelengkapan isi setiap paket.
Seluruh
peralatan digunakan secara optimal untuk meningkatkan efisiensi kerja sekaligus
menjaga kualitas produk yang dihasilkan.
· Layout
Fasilitas dan Alur Kerja : Untuk mendukung proses produksi yang efisien serta
menjaga kualitas produk, NALISSE CO menerapkan tata letak area kerja
menggunakan sistem alur linier (Straight-Line Flow). Seluruh aktivitas produksi
dilakukan secara berurutan mulai dari penerimaan bahan baku hingga produk siap
dikirim kepada pelanggan. Penerapan sistem ini bertujuan untuk mengurangi
perpindahan kerja yang tidak diperlukan, mempercepat proses produksi, serta
meminimalkan risiko kesalahan dalam penyusunan isi Journaling Kit.
Sketsa Visualisasi Tata Letak Area Produksi
Keterangan Alur Kerja
1.
Gudang Bahan Baku: Seluruh notebook, sticker pack, affirmation card, aksesoris
journaling, serta bahan pengemasan disimpan pada rak penyimpanan sesuai
kategori untuk memudahkan proses pengambilan dan pengendalian persediaan.
2.
Meja Penyusunan Journaling Kit: Seluruh komponen produk dirakit menjadi satu
paket sesuai dengan jenis produk yang dipesan pelanggan. Pada tahap ini
dilakukan pengecekan jumlah komponen agar setiap paket memiliki isi yang
lengkap.
3.
Area Quality Control (QC): Produk yang telah selesai dirakit diperiksa kembali
untuk memastikan seluruh isi sesuai standar perusahaan, tidak terdapat
kerusakan pada notebook maupun aksesoris, serta memastikan kualitas kemasan
tetap baik sebelum dilakukan proses pengemasan.
4.
Area Packing dan Labeling: Produk dikemas menggunakan hard box eksklusif,
bubble wrap, thank you card, dan stiker logo NALISSE CO. Selanjutnya
ditempelkan label pengiriman sesuai data pelanggan.
5.
Rak Penyimpanan Produk Jadi: Produk yang telah selesai dikemas disimpan
sementara pada rak penyimpanan sebelum dilakukan proses pengiriman kepada
pelanggan.
6.
Area Pengiriman: Pesanan diserahkan kepada jasa ekspedisi atau kurir instan
sesuai metode pengiriman yang dipilih pelanggan melalui marketplace maupun
media sosial.
· Estimasi
Biaya Operasional dan Waktu Siklus Produksi : Biaya operasional merupakan biaya
tetap yang harus dikeluarkan perusahaan setiap bulan untuk mendukung seluruh
aktivitas usaha. Pengeluaran ini tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang
diproduksi, melainkan digunakan untuk menjaga kelancaran operasional bisnis
Tabel Estimasi Biaya Operasional
|
No |
Jenis Pengeluaran |
Biaya Per Bulan |
Total 6 Bulan |
|
1. |
Gaji
Owner |
Rp1.500.000 |
Rp9.000.000 |
|
2. |
Promosi
dan pemasaran |
Rp750.000 |
Rp4.500.000 |
|
3. |
Operasional
dan Utilitas |
Rp500.000 |
Rp3.000.000 |
|
4. |
Pengiriman
dan Logistik |
Rp250.000 |
Rp1.500.000 |
|
5. |
Penyusutan
Peralatan |
Rp250.000 |
Rp1.500.000 |
|
Total |
Rp3.250.000 |
Rp19.500.000 |
|
Berdasarkan estimasi tersebut, total biaya operasional tetap NALISSE CO selama enam bulan sebesar Rp19.500.000. Biaya tersebut dialokasikan untuk mendukung kegiatan produksi, pemasaran, distribusi produk, serta pemeliharaan aset usaha agar operasional dapat berjalan secara optimal.
· Waktu
Siklus Produksi : Waktu siklus produksi menggambarkan total waktu yang
dibutuhkan untuk menghasilkan satu batch produk Journaling Kit mulai dari
persiapan bahan hingga produk siap dikirim kepada pelanggan.
Tahapan Waktu Siklus Produksi
·
Total
Waktu Siklus (Cycle Time) per 1 Batch: 60 menit
· Efisiensi
Alur Kerja : NALISSE CO menerapkan sistem kerja yang terstruktur sehingga
setiap tahapan produksi dapat dilakukan secara berkesinambungan. Ketika satu
batch sedang memasuki proses Quality Control, tim produksi sudah dapat
mempersiapkan komponen untuk batch berikutnya. Sistem ini mampu mengurangi
waktu tunggu, meningkatkan produktivitas, serta menjaga konsistensi kualitas
produk tanpa menambah biaya operasional secara signifikan.
· Standar
Kualitas Produk NALISSE CO : Sebagai usaha kreatif yang bergerak di bidang
journaling kit dan stationery premium, NALISSE CO menetapkan standar kualitas
produk yang menjadi acuan dalam setiap proses produksi. Standar mutu tersebut
dibagi menjadi tiga parameter utama yang wajib dipenuhi sebelum produk
dipasarkan kepada konsumen.
o
Standar Visual (Penampilan & Estetika)
1.
Kelengkapan Isi Produk: Setiap paket Journaling Kit harus berisi seluruh
komponen sesuai dengan varian yang dipilih pelanggan. Starter Journaling Kit
terdiri atas notebook, sticker pack, dan affirmation card. Healing Journaling
Kit dilengkapi tambahan washi tape, sedangkan Full Journaling Kit berisi
seluruh perlengkapan journaling termasuk sticky notes dan pena estetik.
2.Desain
dan Warna : Seluruh komponen memiliki desain yang serasi dengan konsep
aesthetic NALISSE CO. Warna cetakan pada notebook, affirmation card, dan
sticker harus tajam, tidak pudar, serta bebas dari cacat cetak.
3.
Kondisi Produk : Notebook tidak boleh sobek, kusut, ataupun memiliki noda.
Sticker pack tidak boleh terlipat, affirmation card tidak boleh rusak, dan
seluruh aksesoris harus berada dalam kondisi baik.
4.
Pengemasan : Produk dikemas menggunakan hard box premium yang bersih, tidak
penyok, dilengkapi bubble wrap, thank you card, dan stiker logo NALISSE CO yang
dipasang secara presisi sehingga memberikan pengalaman unboxing yang menarik
bagi pelanggan.
o
Standar Fungsional
1.
Kelengkapan Produk: Setiap komponen wajib sesuai dengan daftar isi
masing-masing varian Journaling Kit sehingga pelanggan menerima produk secara
lengkap.
2.
Kualitas Notebook: Notebook harus menggunakan kertas yang nyaman untuk berbagai
jenis alat tulis, tidak mudah tembus tinta, serta memiliki jilid yang kuat
sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu lama.
4.
Kualitas Aksesoris: Sticker memiliki daya rekat yang baik, affirmation card
dicetak menggunakan bahan yang kokoh, washi tape mudah digunakan, dan seluruh
perlengkapan journaling dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
5.
Kerapian Perakitan: Seluruh komponen disusun secara rapi di dalam kemasan agar
tidak bergeser selama proses pengiriman serta memberikan tampilan produk yang
menarik ketika dibuka oleh pelanggan.
o
Standar Keamanan Produk
1.
Bahan Baku: Seluruh bahan baku diperoleh dari pemasok terpercaya dan dipastikan
memiliki kualitas yang baik sebelum digunakan pada proses produksi.
2.
Keamanan Pengemasan: Setiap produk dibungkus menggunakan bubble wrap dan hard
box agar isi produk tetap aman selama proses distribusi.
3.
Kebersihan Area Produksi: Seluruh meja kerja, rak penyimpanan, serta peralatan
produksi dibersihkan sebelum dan sesudah kegiatan operasional. Produk disimpan
di tempat yang bersih, kering, dan terhindar dari debu maupun kelembapan.
· Tahapan
Inspeksi dan Metode Pengujian: Pengendalian mutu pada NALISSE CO dilakukan
secara menyeluruh mulai dari penerimaan bahan baku hingga produk diterima oleh
pelanggan. Setiap tahapan memiliki prosedur pemeriksaan yang berbeda sesuai
dengan kebutuhan operasional.
o
Tahap Inspeksi Bahan Baku (Incoming Quality Control)
1.
Metode Pengujian: Pemeriksaan visual, pengecekan jumlah barang, dan verifikasi
kesesuaian pesanan dari pemasok.
2.
Aktivitas: Staff produksi memeriksa kondisi notebook, sticker pack, affirmation
card, washi tape, sticky notes, pena, serta bahan kemasan. Seluruh komponen
harus bebas dari cacat, tidak rusak, dan jumlahnya sesuai dengan dokumen
pembelian.
o
Tahap Inspeksi Selama Produksi (In-Process Quality Control)
1.
Metode Pengujian: Checklist kelengkapan isi dan inspeksi visual.
2.
Check Perakitan Produk: Staff produksi memastikan seluruh komponen telah
dimasukkan sesuai standar masing-masing varian Journaling Kit.
3.
Check Kerapian Produk: Posisi notebook, sticker, affirmation card, dan
aksesoris diperiksa agar tersusun rapi sebelum produk dikemas.
o
Tahap Inspeksi Produk Akhir dan Pengemasan (Final / Outgoing QC)
1.
Metode Pengujian: Pemeriksaan visual 100% terhadap seluruh produk.
2.
Final Check: Memastikan isi produk lengkap, kemasan tidak penyok, logo
terpasang dengan benar, serta label pengiriman sesuai dengan data pelanggan.
3.
Packing Test: Produk diperiksa kembali setelah dibungkus menggunakan bubble
wrap dan hard box untuk memastikan keamanan selama proses pengiriman.
· Sistem
Pencatatan dan Pelaporan Cacat (Defect Logging) & Laporan Formulir: Untuk
menjaga konsistensi kualitas produk serta meminimalkan keluhan pelanggan,
NALISSE CO menerapkan sistem pencatatan terhadap setiap produk yang mengalami
ketidaksesuaian selama proses produksi maupun sebelum proses pengiriman.
Seluruh produk yang tidak memenuhi standar kualitas akan dipisahkan dari produk
yang siap dipasarkan. Hasil pemeriksaan dicatat dalam formulir inspeksi mutu
harian sebagai bahan evaluasi operasional dan peningkatan kualitas produk
secara berkelanjutan.
o
Klasifikasi Tingkat Kerusakan Produk
1.
Cacat Mayor (Critical Defect): Notebook sobek atau rusak, halaman notebook
terlepas, affirmation card tercetak buram, sticker pack rusak, aksesoris tidak
lengkap, maupun kemasan hard box penyok berat sehingga produk tidak layak
dipasarkan. Produk dengan kategori cacat mayor wajib dipisahkan dan diganti
menggunakan produk baru sebelum dikirim kepada pelanggan.
2.
Cacat Minor (Minor Defect): Posisi sticker logo kurang presisi, susunan isi
Journaling Kit kurang rapi, bubble wrap kurang rapat, atau thank you card
sedikit miring. Produk dengan kategori cacat minor diperbaiki kembali sebelum
dilakukan proses pengemasan akhir sehingga tetap memenuhi standar kualitas
perusahaan.
3. Cacat Logistik (Transit Defect): Kerusakan yang terjadi selama proses distribusi seperti kemasan penyok akibat pengiriman, box basah karena cuaca, atau isi produk bergeser akibat benturan selama perjalanan. Apabila terjadi kerusakan akibat distribusi, NALISSE CO akan memberikan penggantian produk sesuai dengan kebijakan layanan pelanggan.
o
Visualisasi Formulir Inspeksi Mutu Harian
Setelah
seluruh proses produksi selesai setiap hari, petugas Quality Control wajib
melakukan pemeriksaan terhadap seluruh Journaling Kit dan mengisi formulir
inspeksi mutu sebagai dokumentasi hasil pengendalian kualitas.
FORMULIR INSPEKSI MUTU HARIAN
o
Tindakan Korektif, Preventif, dan Pendekatan PDCA (Plan–Do–Check–Act)
Sebagai
bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas secara berkelanjutan, NALISSE CO
menerapkan metode PDCA (Plan–Do–Check–Act). Evaluasi dilakukan berdasarkan
hasil formulir inspeksi mutu harian sehingga setiap permasalahan yang muncul
dapat segera diperbaiki dan dicegah agar tidak terulang pada proses produksi
berikutnya.
|
Akar Permasalahan Terdeteksi |
Tindakan Korelatif (Perbaikan Langsung) |
Tindakan Prefentif (Pencegahan Jangka Panjang) |
|
Isi Journaling
Kit tidak lengkap |
Melengkapi isi
produk sebelum dikemas |
Menggunakan
checklist kelengkapan pada setiap proses perakitan produk. |
|
Notebook rusak
atau sobek |
Mengganti
notebook dengan produk baru |
Melakukan
pemeriksaan kualitas bahan baku setiap kali menerima barang dari supplier |
|
Kemasan Penyok |
Mengganti hard
box baru |
Menambahkan
bubble wrap dan memperkuat sistem pengemasan sebelum pengiriman |
|
Kesalahan
label pengiriman |
Mengganti
label sesuai data pelanggan |
Melakukan
double checking data pesanan sebelum produk dikirim |
|
Produk rusak
selama pengiriman |
Mengirim
produk pengganti kepada pelanggan |
Menggunakan
kemasan yang lebih kuat serta memilih jasa ekspedisi yang terpercaya |
· Peran Tim QC dan Pelatihan Karyawan
o
Peran Tim QC (Struktur Organisasi Sederhana)
Karena NALISSE CO masih berada pada tahap pengembangan usaha dengan struktur organisasi yang sederhana, fungsi pengendalian mutu dilakukan oleh seluruh anggota tim sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Owner bertanggung jawab melakukan evaluasi terhadap seluruh proses operasional, memeriksa laporan hasil inspeksi mutu, mengevaluasi penyebab kerusakan produk, serta menetapkan kebijakan perbaikan untuk meningkatkan kualitas produk. Staff Produksi bertindak sebagai In Process Quality Control, yaitu memeriksa kualitas bahan baku, memastikan kelengkapan isi setiap Journaling Kit, menjaga kerapian penyusunan produk, serta memastikan seluruh komponen telah sesuai dengan standar perusahaan. Admin Marketplace bertindak sebagai Outgoing Quality Control, yaitu melakukan pemeriksaan akhir terhadap pesanan pelanggan, memastikan label pengiriman sesuai dengan data pemesan, serta memeriksa kembali kondisi kemasan sebelum produk diserahkan kepada jasa ekspedisi.
o
Program Pelatihan Karyawan (Staff Training)
Pada awal operasional usaha, seluruh karyawan NALISSE CO memperoleh pelatihan mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi Journaling Kit, teknik pemeriksaan kualitas bahan baku, tata cara penyusunan isi produk sesuai standar setiap varian, teknik pengemasan yang aman dan menarik, serta prosedur pelayanan pelanggan melalui media sosial dan marketplace.
Selain
itu, pelatihan juga mencakup pengelolaan persediaan, pencatatan hasil inspeksi
mutu harian, penanganan keluhan pelanggan, serta penerapan budaya kerja yang
rapi, teliti, dan bertanggung jawab. Program pelatihan dilakukan secara berkala
agar seluruh anggota tim mampu mempertahankan kualitas produk dan meningkatkan
kepuasan pelanggan secara berkelanjutan.
Versi PDF Tugas Terstuktur P7 Rencana Operasional dan Pengendalian Mutu Usaha NALISSE CO dapat diakses melalui tautan berikut:
[Klik disini untuk melihat PDF Tugas P7]

Komentar
Posting Komentar