Langsung ke konten utama

Tugas P7- Rencana Operasional dan Pengendalian Mutu Usaha NALISSE CO

 Tugas Terstruktur P7


RENCANA OPERASIONAL PENGENDALIAN MUTU USAHA NALISSE CO

IDENTITAS MAHASISWA 

Nama : Naila Rahma Amelia

Nim: 46124010020

 

                 1.  Jenis Usaha Produksi

·         Nama Usaha : NALISSE CO

·         Jenis Usaha : Industry kreatif dan Stationery

·         Produk Utama : Journaling Kit

·         Lokasi Operasional : Home Industry, Jakarta

·         Target Pasar : Pelajar, mahasiswa, pekerja, serta masyarakat yang memiliki minat terhadap journaling, self-development, dan kesehatan mental.

 2.    Rencana Operasional Usaha

·       Deskripsi Produk : NALISSE CO merupakan usaha kreatif yang memproduksi berbagai paket Journaling Kit sebagai media untuk membantu konsumen membangun kebiasaan menulis, melakukan refleksi diri, serta mengelola emosi secara positif. Produk dikembangkan dengan konsep Aesthetic, praktis, dan fungsional sehingga dapat digunakan untuk kebutuhan pribadi maupun sebagai hadiah.

Keunggulan utama (Unique Selling Proposition) NALISSECO terletak pada kombinasi perlengkapan journaling yang lengkap dalam satu paket, desain produk yang menarik, kualitas bahan yang baik, serta tema yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Setiap paket dikemas menggunakan box eksklusif sehingga memberikan pengalaman unboxing yang menarik dan meningkatkan nilai jual produksi.

Tabel Spesifikasi Produk

Variasi Produk

Karakteristik

Isi Produk

Harga

Starter Journaling Kit

Paket dasar untuk pemula yang ingin memulai kebiasaan journaling

Notebook, Sticker Pack, Affirmation Card

Rp60.000

Healing Journaling Kit

Membantu refleksi diri dan pengelolaan emosi

Notebook Premium, Sticker Pack, Affirmation Card, Washi Tape

Rp80.000

Full Journaling Kit

Paket lengkap untuk pengalaman journaling yang lebih maksimal

Notebook Premium, Sticker Pack, Affirmation Card, Washi Tape, Sticky Notes, Pena Estetik

Rp100.000



 

·   Diagram Alur Proses Produksi : Proses produksi NALISSE CO dilakukan secara sistematis agar setiap produk memiliki kualitas yang seragam serta meminimalkan kesalahan selama proses perakitan.

·  Perencanaan Kapasitas Produksi : Kapasitas produksi NALISSE CO disusun berdasarkan kemampuan modal awal, ketersediaan bahan baku, serta target penjualan enam bulan pertama.

1.    Kapasitas Desain (Maksimal Produksi) : Dengan jumlah peralatan yang tersedia dan tenaga kerja yang dimiliki, kapasitas maksimum produksi diperkirakan mencapai 250 unit Journaling Kit perbulan atau sekitar 1.500 unit selama enam bulan.

2.  Kapasitas Target (Target Produksi Rill) : Untuk menjaga kualitas produk dan menghindari penumpukan stok, kapasitas efektif ditetapkan sebesar 200 unit perbulan atau 1.200 unit selama enam bulan.

3.   Realisasi Produk: Berdasarkan perencanaan operasional, NALISSE CO menargetkan produksi sebanyak 1.200 unit Journaling Kit selama periode Januari-Juni 2026, terdiri atas Starter Journaling Kit, Healing Journaling Kit, dan Full Journaling Kit sesuai peminataan pasar.

 

·     Jadwal Produksi Harian dan Mingguan : Untuk menjaga kualitas produk serta memastikan setiap pesanan dapat diproses tepat waktu, NALISSE CO menerapkan sistem produksi kombinasi antara ready stock dan made by order. Produk dengan tingkat permintaan tinggi seperti Starter Journaling Kit dan Healing Journaling Kit diproduksi secara berkala sebagai persediaan terbatas, sedangkan produk dengan tema khusus atau edisi tertentu dibuat berdasarkan pesanan pelanggan (made by order). Sistem ini bertujuan untuk menjaga kualitas produk, mengurangi risiko penumpukan stok, serta meningkatkan efisiensi penggunaan bahan baku dan modal kerja.

Operasional usaha berlangsung selama enam hari kerja, yaitu Senin sampai Sabtu, sedangkan hari Minggu digunakan sebagai waktu evaluasi, pencatatan stok, dan persiapan produksi minggu berikutnya.

Tabel Simulasi Jadwal Aktivitas Produksi Mingguan

Hari

Jam Operasional

Fokus Aktivitas

Target Produksi

Senin

09.00-17.00

Pembelian bahan baku dan pengecekan stok

Persiapan produksi

Selasa

09.00-17.00

Produksi Starter Journaling Kit

40 unit

Rabu

09.00-17.00

Produksi Healing Journaling Kit

35 unit

Kamis

09.00-17.00

Produksi Full Journaling Kit

25 unit

Jumat

09.00-17.00

Quality Control, Packing dan Labeling

100 unit

Sabtu

09.00-17.00

Pengiriman pesanan dan Restock Marketplace

Sesuai Pesanan

Minggu

-

Evaluasi Operasional dan Maintenance

Libur

 

·         Alokasi Sumber Daya (Tenaga Kerja, Bahan Baku, dan Peralatan)

a)    Alokasi Tenaga Kerja (SDM) : Operasional NALISSE CO dijalankan dengan struktur organisasi yang sederhana namun efektif agar seluruh kegiatan produksi, pemasaran, dan pelayanan pelanggan dapat berjalan secara optimal.

1. Owner : Owner bertanggung jawab terhadap pengelolaan usaha secara keseluruhan, mulai dari penyusunan strategi bisnis, pengelolaan keuangan, pemasaran digital, hingga pengambilan keputusan terkait pengembangan produk dan reinvestasi laba.

2. Staff Produksi : Staff produksi bertanggung jawab melakukan proses penyusunan Journaling Kit sesuai standar yang telah ditetapkan, mulai dari menyiapkan notebook, sticker pack, affirmation card, aksesoris journaling, hingga melakukan pengemasan produk.

3. Admin Marketplace : Admin marketplace bertugas menerima pesanan pelanggan melalui media sosial dan marketplace, membalas pertanyaan pelanggan, melakukan pencatatan stok, serta mengatur proses pengiriman pesanan.

b)    Alokasi Bahan Baku dan Bahan Penolong : Berdasarkan target produksi sebanyak 1.200 unit selama enam bulan, kebutuhan rata-rata bahan baku disusun sebagai berikut.

1. Bahan Baku Utama

- Notebook Journaling : 1.200 buah

- Sticker Pack : 1.200 pcs

- Affirmation Card : 1.200 pcs

- Aksesoris Journaling : 1.200 set

2. Bahan Pengemasan

- Hard Box Journaling Kit : 1.200 buah

- Bubble Wrap : 1.200 lembar

- Thank You Card : 1.200 lembar

- Stiker Logo NALISSE CO : 1.200 buah

- Lakban dan Packing Tape : Sesuai kebutuhan

Seluruh bahan baku diperoleh dari pemasok yang telah dipilih berdasarkan kualitas produk, harga yang kompetitif, serta kemampuan menyediakan bahan secara berkelanjutan. Pemeriksaan kualitas bahan dilakukan setiap kali bahan baku diterima untuk memastikan seluruh komponen berada dalam kondisi baik sebelum digunakan pada proses produksi.

c)    Alokasi Peralatan Produksi : Untuk mendukung kelancaran proses operasional, NALISSE CO menggunakan beberapa peralatan utama, yaitu:

1. 1 unit Laptop untuk administrasi usaha dan desain produk.

2. 1 unit Printer untuk mencetak label dan kartu ucapan.

3. 1 unit Paper Cutter untuk memotong berbagai kebutuhan kertas.

4. 1 unit Laminating Machine untuk kebutuhan finishing produk tertentu.

5. 2 unit Rak Penyimpanan untuk menyimpan bahan baku dan produk jadi.

6. 2 Meja Kerja untuk proses penyusunan dan pengemasan produk.

7. 1 Timbangan Digital untuk memastikan kelengkapan isi setiap paket.

Seluruh peralatan digunakan secara optimal untuk meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menjaga kualitas produk yang dihasilkan.

 

·       Layout Fasilitas dan Alur Kerja : Untuk mendukung proses produksi yang efisien serta menjaga kualitas produk, NALISSE CO menerapkan tata letak area kerja menggunakan sistem alur linier (Straight-Line Flow). Seluruh aktivitas produksi dilakukan secara berurutan mulai dari penerimaan bahan baku hingga produk siap dikirim kepada pelanggan. Penerapan sistem ini bertujuan untuk mengurangi perpindahan kerja yang tidak diperlukan, mempercepat proses produksi, serta meminimalkan risiko kesalahan dalam penyusunan isi Journaling Kit.

Sketsa Visualisasi Tata Letak Area Produksi

Keterangan Alur Kerja

1. Gudang Bahan Baku: Seluruh notebook, sticker pack, affirmation card, aksesoris journaling, serta bahan pengemasan disimpan pada rak penyimpanan sesuai kategori untuk memudahkan proses pengambilan dan pengendalian persediaan.

2. Meja Penyusunan Journaling Kit: Seluruh komponen produk dirakit menjadi satu paket sesuai dengan jenis produk yang dipesan pelanggan. Pada tahap ini dilakukan pengecekan jumlah komponen agar setiap paket memiliki isi yang lengkap.

3. Area Quality Control (QC): Produk yang telah selesai dirakit diperiksa kembali untuk memastikan seluruh isi sesuai standar perusahaan, tidak terdapat kerusakan pada notebook maupun aksesoris, serta memastikan kualitas kemasan tetap baik sebelum dilakukan proses pengemasan.

4. Area Packing dan Labeling: Produk dikemas menggunakan hard box eksklusif, bubble wrap, thank you card, dan stiker logo NALISSE CO. Selanjutnya ditempelkan label pengiriman sesuai data pelanggan.

5. Rak Penyimpanan Produk Jadi: Produk yang telah selesai dikemas disimpan sementara pada rak penyimpanan sebelum dilakukan proses pengiriman kepada pelanggan.

6. Area Pengiriman: Pesanan diserahkan kepada jasa ekspedisi atau kurir instan sesuai metode pengiriman yang dipilih pelanggan melalui marketplace maupun media sosial.

 

·   Estimasi Biaya Operasional dan Waktu Siklus Produksi : Biaya operasional merupakan biaya tetap yang harus dikeluarkan perusahaan setiap bulan untuk mendukung seluruh aktivitas usaha. Pengeluaran ini tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang diproduksi, melainkan digunakan untuk menjaga kelancaran operasional bisnis

Tabel Estimasi Biaya Operasional

No

Jenis Pengeluaran

Biaya Per Bulan

Total 6 Bulan

1.

Gaji Owner

Rp1.500.000

Rp9.000.000

2.

Promosi dan pemasaran

Rp750.000

Rp4.500.000

3.

Operasional dan Utilitas

Rp500.000

Rp3.000.000

4.

Pengiriman dan Logistik

Rp250.000

Rp1.500.000

5.

Penyusutan Peralatan

Rp250.000

Rp1.500.000

Total

Rp3.250.000

Rp19.500.000

 

Berdasarkan estimasi tersebut, total biaya operasional tetap NALISSE CO selama enam bulan sebesar Rp19.500.000. Biaya tersebut dialokasikan untuk mendukung kegiatan produksi, pemasaran, distribusi produk, serta pemeliharaan aset usaha agar operasional dapat berjalan secara optimal.

·  Waktu Siklus Produksi : Waktu siklus produksi menggambarkan total waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu batch produk Journaling Kit mulai dari persiapan bahan hingga produk siap dikirim kepada pelanggan.

 

Tahapan Waktu Siklus Produksi

 

·         Total Waktu Siklus (Cycle Time) per 1 Batch: 60 menit

·        Efisiensi Alur Kerja : NALISSE CO menerapkan sistem kerja yang terstruktur sehingga setiap tahapan produksi dapat dilakukan secara berkesinambungan. Ketika satu batch sedang memasuki proses Quality Control, tim produksi sudah dapat mempersiapkan komponen untuk batch berikutnya. Sistem ini mampu mengurangi waktu tunggu, meningkatkan produktivitas, serta menjaga konsistensi kualitas produk tanpa menambah biaya operasional secara signifikan.

 

                  3. Rencana Operasional Usaha

·    Standar Kualitas Produk NALISSE CO : Sebagai usaha kreatif yang bergerak di bidang journaling kit dan stationery premium, NALISSE CO menetapkan standar kualitas produk yang menjadi acuan dalam setiap proses produksi. Standar mutu tersebut dibagi menjadi tiga parameter utama yang wajib dipenuhi sebelum produk dipasarkan kepada konsumen.

 

o Standar Visual (Penampilan & Estetika)

1. Kelengkapan Isi Produk: Setiap paket Journaling Kit harus berisi seluruh komponen sesuai dengan varian yang dipilih pelanggan. Starter Journaling Kit terdiri atas notebook, sticker pack, dan affirmation card. Healing Journaling Kit dilengkapi tambahan washi tape, sedangkan Full Journaling Kit berisi seluruh perlengkapan journaling termasuk sticky notes dan pena estetik.

2.Desain dan Warna : Seluruh komponen memiliki desain yang serasi dengan konsep aesthetic NALISSE CO. Warna cetakan pada notebook, affirmation card, dan sticker harus tajam, tidak pudar, serta bebas dari cacat cetak.

3. Kondisi Produk : Notebook tidak boleh sobek, kusut, ataupun memiliki noda. Sticker pack tidak boleh terlipat, affirmation card tidak boleh rusak, dan seluruh aksesoris harus berada dalam kondisi baik.

4. Pengemasan : Produk dikemas menggunakan hard box premium yang bersih, tidak penyok, dilengkapi bubble wrap, thank you card, dan stiker logo NALISSE CO yang dipasang secara presisi sehingga memberikan pengalaman unboxing yang menarik bagi pelanggan.

 

o Standar Fungsional

1. Kelengkapan Produk: Setiap komponen wajib sesuai dengan daftar isi masing-masing varian Journaling Kit sehingga pelanggan menerima produk secara lengkap.

2. Kualitas Notebook: Notebook harus menggunakan kertas yang nyaman untuk berbagai jenis alat tulis, tidak mudah tembus tinta, serta memiliki jilid yang kuat sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu lama.

4. Kualitas Aksesoris: Sticker memiliki daya rekat yang baik, affirmation card dicetak menggunakan bahan yang kokoh, washi tape mudah digunakan, dan seluruh perlengkapan journaling dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

5. Kerapian Perakitan: Seluruh komponen disusun secara rapi di dalam kemasan agar tidak bergeser selama proses pengiriman serta memberikan tampilan produk yang menarik ketika dibuka oleh pelanggan.

 

o Standar Keamanan Produk

1. Bahan Baku: Seluruh bahan baku diperoleh dari pemasok terpercaya dan dipastikan memiliki kualitas yang baik sebelum digunakan pada proses produksi.

2. Keamanan Pengemasan: Setiap produk dibungkus menggunakan bubble wrap dan hard box agar isi produk tetap aman selama proses distribusi.

3. Kebersihan Area Produksi: Seluruh meja kerja, rak penyimpanan, serta peralatan produksi dibersihkan sebelum dan sesudah kegiatan operasional. Produk disimpan di tempat yang bersih, kering, dan terhindar dari debu maupun kelembapan.

 

·  Tahapan Inspeksi dan Metode Pengujian: Pengendalian mutu pada NALISSE CO dilakukan secara menyeluruh mulai dari penerimaan bahan baku hingga produk diterima oleh pelanggan. Setiap tahapan memiliki prosedur pemeriksaan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan operasional.

 

o Tahap Inspeksi Bahan Baku (Incoming Quality Control)

1. Metode Pengujian: Pemeriksaan visual, pengecekan jumlah barang, dan verifikasi kesesuaian pesanan dari pemasok.

2. Aktivitas: Staff produksi memeriksa kondisi notebook, sticker pack, affirmation card, washi tape, sticky notes, pena, serta bahan kemasan. Seluruh komponen harus bebas dari cacat, tidak rusak, dan jumlahnya sesuai dengan dokumen pembelian.

 

o Tahap Inspeksi Selama Produksi (In-Process Quality Control)

1. Metode Pengujian: Checklist kelengkapan isi dan inspeksi visual.

2. Check Perakitan Produk: Staff produksi memastikan seluruh komponen telah dimasukkan sesuai standar masing-masing varian Journaling Kit.

3. Check Kerapian Produk: Posisi notebook, sticker, affirmation card, dan aksesoris diperiksa agar tersusun rapi sebelum produk dikemas.

 

o Tahap Inspeksi Produk Akhir dan Pengemasan (Final / Outgoing QC)

1. Metode Pengujian: Pemeriksaan visual 100% terhadap seluruh produk.

2. Final Check: Memastikan isi produk lengkap, kemasan tidak penyok, logo terpasang dengan benar, serta label pengiriman sesuai dengan data pelanggan.

3. Packing Test: Produk diperiksa kembali setelah dibungkus menggunakan bubble wrap dan hard box untuk memastikan keamanan selama proses pengiriman.

 

·    Sistem Pencatatan dan Pelaporan Cacat (Defect Logging) & Laporan Formulir: Untuk menjaga konsistensi kualitas produk serta meminimalkan keluhan pelanggan, NALISSE CO menerapkan sistem pencatatan terhadap setiap produk yang mengalami ketidaksesuaian selama proses produksi maupun sebelum proses pengiriman. Seluruh produk yang tidak memenuhi standar kualitas akan dipisahkan dari produk yang siap dipasarkan. Hasil pemeriksaan dicatat dalam formulir inspeksi mutu harian sebagai bahan evaluasi operasional dan peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan.

 

o Klasifikasi Tingkat Kerusakan Produk

1. Cacat Mayor (Critical Defect): Notebook sobek atau rusak, halaman notebook terlepas, affirmation card tercetak buram, sticker pack rusak, aksesoris tidak lengkap, maupun kemasan hard box penyok berat sehingga produk tidak layak dipasarkan. Produk dengan kategori cacat mayor wajib dipisahkan dan diganti menggunakan produk baru sebelum dikirim kepada pelanggan.

2. Cacat Minor (Minor Defect): Posisi sticker logo kurang presisi, susunan isi Journaling Kit kurang rapi, bubble wrap kurang rapat, atau thank you card sedikit miring. Produk dengan kategori cacat minor diperbaiki kembali sebelum dilakukan proses pengemasan akhir sehingga tetap memenuhi standar kualitas perusahaan.

3. Cacat Logistik (Transit Defect): Kerusakan yang terjadi selama proses distribusi seperti kemasan penyok akibat pengiriman, box basah karena cuaca, atau isi produk bergeser akibat benturan selama perjalanan. Apabila terjadi kerusakan akibat distribusi, NALISSE CO akan memberikan penggantian produk sesuai dengan kebijakan layanan pelanggan.

o Visualisasi Formulir Inspeksi Mutu Harian

Setelah seluruh proses produksi selesai setiap hari, petugas Quality Control wajib melakukan pemeriksaan terhadap seluruh Journaling Kit dan mengisi formulir inspeksi mutu sebagai dokumentasi hasil pengendalian kualitas.

 

FORMULIR INSPEKSI MUTU HARIAN


o Tindakan Korektif, Preventif, dan Pendekatan PDCA (Plan–Do–Check–Act)

Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas secara berkelanjutan, NALISSE CO menerapkan metode PDCA (Plan–Do–Check–Act). Evaluasi dilakukan berdasarkan hasil formulir inspeksi mutu harian sehingga setiap permasalahan yang muncul dapat segera diperbaiki dan dicegah agar tidak terulang pada proses produksi berikutnya.

Akar Permasalahan Terdeteksi

Tindakan Korelatif (Perbaikan Langsung)

Tindakan Prefentif (Pencegahan Jangka Panjang)

Isi Journaling Kit tidak lengkap

Melengkapi isi produk sebelum dikemas

Menggunakan checklist kelengkapan pada setiap proses perakitan produk.

Notebook rusak atau sobek

Mengganti notebook dengan produk baru

Melakukan pemeriksaan kualitas bahan baku setiap kali menerima barang dari supplier

Kemasan Penyok

Mengganti hard box baru

Menambahkan bubble wrap dan memperkuat sistem pengemasan sebelum pengiriman

Kesalahan label pengiriman

Mengganti label sesuai data pelanggan

Melakukan double checking data pesanan sebelum produk dikirim

Produk rusak selama pengiriman

Mengirim produk pengganti kepada pelanggan

Menggunakan kemasan yang lebih kuat serta memilih jasa ekspedisi yang terpercaya

 

·         Peran Tim QC dan Pelatihan Karyawan

o Peran Tim QC (Struktur Organisasi Sederhana)

Karena NALISSE CO masih berada pada tahap pengembangan usaha dengan struktur organisasi yang sederhana, fungsi pengendalian mutu dilakukan oleh seluruh anggota tim sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Owner bertanggung jawab melakukan evaluasi terhadap seluruh proses operasional, memeriksa laporan hasil inspeksi mutu, mengevaluasi penyebab kerusakan produk, serta menetapkan kebijakan perbaikan untuk meningkatkan kualitas produk. Staff Produksi bertindak sebagai In Process Quality Control, yaitu memeriksa kualitas bahan baku, memastikan kelengkapan isi setiap Journaling Kit, menjaga kerapian penyusunan produk, serta memastikan seluruh komponen telah sesuai dengan standar perusahaan. Admin Marketplace bertindak sebagai Outgoing Quality Control, yaitu melakukan pemeriksaan akhir terhadap pesanan pelanggan, memastikan label pengiriman sesuai dengan data pemesan, serta memeriksa kembali kondisi kemasan sebelum produk diserahkan kepada jasa ekspedisi.

o Program Pelatihan Karyawan (Staff Training)

Pada awal operasional usaha, seluruh karyawan NALISSE CO memperoleh pelatihan mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi Journaling Kit, teknik pemeriksaan kualitas bahan baku, tata cara penyusunan isi produk sesuai standar setiap varian, teknik pengemasan yang aman dan menarik, serta prosedur pelayanan pelanggan melalui media sosial dan marketplace.

Selain itu, pelatihan juga mencakup pengelolaan persediaan, pencatatan hasil inspeksi mutu harian, penanganan keluhan pelanggan, serta penerapan budaya kerja yang rapi, teliti, dan bertanggung jawab. Program pelatihan dilakukan secara berkala agar seluruh anggota tim mampu mempertahankan kualitas produk dan meningkatkan kepuasan pelanggan secara berkelanjutan.


Versi PDF Tugas Terstuktur P7 Rencana Operasional dan Pengendalian Mutu Usaha NALISSE CO dapat diakses melalui tautan berikut:

[Klik disini untuk melihat PDF Tugas P7]

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulai Kenal Diri Lewat Journaling Bersama NALISSE CO

NALISSE CO - Write Your Story, Heal Your Mind Di tengah kesibukan yang semakin padat dan pikiran yang kerap terasa penuh, banyak orang menyimpan berbagai perasaan tanpa benar-benar memahaminya atau mengekspresikannya. Overthinking, kelelahan emosional, hingga kebingungan terhadap diri sendiri sering muncul tanpa ruang untuk diproses. Padahal, memahami diri adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan mental. Berangkat dari kebutuhan sederhana tersebut, hadir NALISSE CO.  NALISSE CO adalah brand yang menyediakan journaling kit aesthetic sebagai media untuk membantu kamu mengekspresikan diri, merapikan pikiran, serta memulai proses refleksi diri dengan cara yang mudah. Kami ingin menghadirkan pengalaman menulis yang tidak hanya praktis, tetapi juga nyaman dan menyenangkan. Terutama bagi pemula.  Kami percaya bahwa journaling bukan soal tulisan yang sempurna, melainkan kejujuran dalam memahami diri sendiri. Dengan konsep yang sederhana, menenangkan, dan mudah digunakan, setiap ...

Tugas P6 - BUSINESS PLAN NALISSE CO - Write Your Story, Heal Your Mind

​Ringkasan Ekseklusif  NALISSE Co merupakan sebuah brand yang bergerak di bidang produk kreatif berupa journaling kit dengan konsep aesthetic dan praktis. Produk ini dirancang sebagai media untuk membantu individu dalam mengekspresikan emosi, mengelola pikiran, serta melakukan refleksi diri secara mandiri. Kehadiran NALISSE CO dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap sarana self-healing yang sederhana namun bermakna. Deskripsi Perusahaan  NALISSE CO memiliki visi untuk menjadi brand yang tidak hanya menyediakan produk journaling, tetapi juga berperan sebagai fasilitator dalam proses pengenalan diri. Adapun misinya adalah menghadirkan produk journaling kit yang mudah digunakan, memiliki nilai  estetika, serta mampu memberikan pengalaman menulis yang nyaman bagi pengguna, khususnya pemula. Konsep utama yang diusung adalah memberikan ruang bagi individu untuk memahami dirinya melalui aktivitas menulis tanpa tekanan terhadap h...

Ringkasan Seminar "Masa Depan UMKM dalam Ekonomi Berkelanjutan"

      Materi seminar menjelaskan bahwa keberhasilan suatu usaha saat ini tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan yang diperoleh. Aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola menjadi faktor penting yang turut menentukan daya saing bisnis di era ekonomi berkelanjutan. Oleh karena itu, UMKM perlu beradaptasi dengan berbagai tuntutan pasar yang semakin mengutamakan praktik usaha yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Dalam seminar ini dijelaskan bahwa konsep ESG (Environmental, Social, and Governance) telah menjadi standar baru dalam dunia usaha. ESG menilai bagaimana sebuah perusahaan mengelola lingkungan, memperhatikan kesejahteraan pekerja dan masyarakat, serta menjalankan tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab. Penerapan ESG dinilai penting karena dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, investor, maupun mitra bisnis.     Kesadaran UMKM terhadap pentingnya ESG mulai mengalami peningkatan. Sebagai pelaku UMKM telah menerapkan praktik berkelanjutan...